Makanan Klasik Khas Malta

Makanan Klasik Khas Malta dengan Cita Rasa yang Unik Banget

Makanan Klasik Khas Malta – Malta atau Maltese Island adalah negara yang kental akan perpaduan unsur budaya Timur Tengah dan Eropa. Selain negaranya yang indah Malta juga memiliki kuliner yang wajib dicoba saat sedang mengunjungi Malta. Salah satunya jenis kuliner klasik negara Malta.

Berikut lima makanan klasik khas malta dengan cita rasa yang otentik

  • Pastizzi

Pastizzi adalah makanan ringan khas Malta yang paling populer di kalangan turis. Sekilas makanan ini mirip croissant dengan isiannya ada dua varian, yaitu kacang polong asin atau ricotta asin. Rasa gurih dan krispinya yang mendominasi langsung terasa disaat gigitan pertama mencoba Pastizzi. Rasa nikmat Pastizzi semakin bertambah jika disantap bersama minuman klasik Kinnie.

Pastizzi sangat mudah ditemukan karena hampir setiap toko makanan yang terletak di setiap sudut desa Malta menjual makanan ringan ini. Tetapi jika ingin menikmati Pastizzi dengan cita rasa yang begitu lezat dan otentik kamu bisa membelinya di Tas-Serkin atau Crystal Palace yang berlokasi di kota Rabat dan buka selama 24 jam.

  • Qaghaq Tal Ghasel

Qaghaq Tal Ghasel atau disebut cincin madu adalah makanan penutup tradisional khas Malta. Qaghaq Tal Ghasel terbuat dari bahan rempah-rempah, vanili, lemon, selai, gula, dan jeruk. Disebut dengan nama lain cincin madu karena bentuk dessert ini menyerupai cincin dan arti madu untuk mendeskripsikan cita rasa yang manis.

Qaghaq Tal Ghasel adalah makanan favorit penduduk setempat. Makanan ini menjadi hidangan istimewa disaat natal dan festival. Rasanya akan semakin nikmat jika disajikan dengan segelas anggur atau secangkir teh hangat. Qaghaq Tal Ghasel bisa dibeli dari toko toko kue lokal dan rekomendasi tempat terbaik untuk mencicipi camilan yang nikmat ini adalah Caffe Cordina yang terletak di Valletta.

  • Fenkata

Terbuat dari bahan utama daging kelinci, Fenkanta bisa menjadi menu andalan buat kamu yang ingin mencoba olahan daging rendah Kolesterol. Menu tradisional khas Malta Fenkata ini ada sejak abad ke-18. Olahan ini sempat dilarang, karena terjadinya penurunan populasi kelinci di negara tersebut. Fenkata diizinkan untuk dikonsumsi kembali ketika era modern tiba.

Diolah bersama dengan rempah-rempah khas Malta dan anggur tradisional, kemudian Fenkata menciptakan cita rasa yang nikmat dan bikin ketagihan. Jika ingin menikmati Fenkanta dengan rasa yang paling otentik kamu bisa mengunjungi United Bar yang berada di Kota Mgarr. Di sini Fenkanta dihidangkan dalam mangkuk besar dan bisa dinikmati oleh 2-3 orang sekaligus.

  • Soppa Tal-Armla

Nama makanan traditional khas Malta ini begitu unik dan menggelitik yaitu Soppa Tal-Armla atau disebut dengan Sup Janda. Dinamakan demikian karena menurut sejarah, Soppa Tal-Armla dibuat oleh janda miskin dari sayuran termurah sebagai alternatif untuk menghangatkan sekaligus menyehatkan tubuh.

Berbeda dengan sup yang diolah dengan waktu yang praktis, Soppa Tal – Armla diproses selama hampir semalaman agar menghasilkan cita rasa yang otentik dan lezat. Saat ini Sup janda menjadi makanan nasional yang dijual di warung kaki lima hingga restoran ternama.

  • Kwarezimal

Kwarezimal adalah makanan tradisional khas Malta yang menjadi menu wajib masyarakat Malta di saat berbuka puasa dari hari pra paskah.Teksturnya mirip dengan biskuit, berwarna cokelat, renyah dan bertabur kacang-kacangan di atasnya. Kwarezimal terbuat dari bahan-bahan rempah, madu, dan almond. Rasa utama dari makanan ringan ini adalah adalah manis dan gurih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *