Gunung Yogyakarta Meretus

Gunung Yogyakarta Meretus Dengan Guguran Lava Pijar

Gunung Yogyakarta Meretus – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan satu kali guguran lava pijar pada Kamis (15/5) dengan jarak luncur 1.200 meter.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resmi mengatakan satu kali guguran lava yang terpantau melalui CCTV sejak pukul 00:00-06:00 WIB itu mengarah ke hulu Kali Gendol. namun sampai saat ini BPPTKG masih meninjau gunung meretus tersebut masih kondisif hingga saat ini dan belum masuk ke zona titik merah berbahaya.

Selain guguran lava, BPPTKG juga merekam tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 3-60 mm dengan durasi 20-120 detik.

Sementara itu, hasil pengamatan visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 10 meter di atas puncak kawah.

Gunung Yogyakarta Meretus

Angin di gunung bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara dengan suhu udara 16-18.2 derajat celcius, kelembapan udara 25-97 persen, dan tekanan udara 568.5-709 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana yang akan di akibatkan oleh gunung meretus tersebut.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. dimana mengingat bahayanya semburan lava yang akan keluar dari gunung tersebut. membuat tim BPPTKG melakukan penjagaan ketat di sudut gunung merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan. dan meminta sebagian warga untuk berpindah kediaman untuk sementara waktu mengingat lokasi yang di tempati saat ini sangat berbahaya.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. demikian Hanik Humaida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *